Minggu, 16 Oktober 2016

Pertemuan 1 Pentingnya Kampanye Keselamatan

Memahami Pentingnya Kampanye Keselamatan Jalan




Tujuan : Memahami dasar hukum program kampanye keselamatan jalan, Mengerti dan memahami tujuan dilakukannya kampanye keselamatan jalan serta Menciptakan pengetahuan, pengertian, kesadaran, minat dan dukungan dari berbagai pihak untuk  meningkatkan keselamatan LLAJ, serta menumbuhkan sikap mental dalam mentaati peraturan/perundang-undangan lalu lintas sehingga diharapkan akan terwujud masyarakat pemakai jalan yang mempunyai mental disiplindan tertib berlalu lintas.

A.     Dasar Hukum
1.    UU No. 22 Tahun 2009
2. Instruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan
3.   Panduan Keselamatan Jalan
4.   RUNK Jalan 2011 – 2035
5.   Sosialisasi Keselamatan Jalan – PT TRIDAYA CIPTA UTAMA – PERHUBUNGAN DARAT 2008
6. Review Rencana Umum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan – PT Aulia Sakti Internasional
7.  Pasal 114 UU No. 22 Tahun 2009 LLAJ
8.    UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian
9.    PM 24 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Perkeretaapian

B.     Definisi kampanye
1.   Menurut Rogers dan Storey (1987), kampanye didefinisikan sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).
2.   Menurut Pfau dan Parrot (1993), Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan.
3. Menurut Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002), Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu.
4.   Menurut Rajasundarman (1981), Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

C.     Kampanye Keselamatan Jalan
Kampanye adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan secara terlembaga, penyelenggara kampanye umumnya bukanlah individu melainkan lembaga atau organisasi, lembaga-lembaga dapat berasal dari lingkungan pemerintahan, kalangan Swasta atau Lembaga Swadaya Masyarakat, sedangkan dilihat dari segi keselamatan jalan,  Kampanye keselamatan jalan dapat dimaknai merupakan serangkaian tindakan komunikasi antara kamunikator dengan komunikan yang dilakukan secara terencana dengan tujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas agar angka kecelakaan dan jumlah korban akibat kecelakaan dapat menurun dan dapat membuat efek yang besar terhadap lancarnya transportasi. Kampanye keselamatan jalan juga berdampak pada budaya berlalu lintas yang tertib, teratur serta berkeselamatan bagi semua pengguna jalan, dan bertujuan mengimplementasikan program dekade aksi keselamatan 2011 – 2020 serta mengimplementasikan RUNK 2011 – 2035 agar dapat terealisasi pada waktu yang ditetapkan.

D.     Karakteristik Kampanye Keselamatan Jalan
1.  Menginformasikan kepada masyarakat luas, tentang pentingnya keselamatan jalan bagi semua masyarakat pengguna jalan.
2.    Mempopulerkan atau memperkenalkan masalah-masalah yang terjadi akibat dari kurangnya keselamatan jalan yang berdampak menimbulkan kecelakaan yang dapat mengakibatkan kerugian dan korban.
3.  Dapat merubah kebiasaan berlalu lintas yang tidak benar dan perilaku yang kurang menaati peraturan / melanggar tata tertib lalu lintas, yang diharapkan bisa menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya berlalu lintas dan dapat menaati peraturan lalu lintas.
4.  Dapat memperbaiki kondisi keselamatan lalu lintas yang ada sekarang menjadi lebih baik lagi di bidang keselamatan lalu lintas jalan.
5.  Dapat memberikan sebuah solusi atau pemecahan masalah yang tepat terkait dengan permasalahan transportasi yang kurang berkeselamatan.
6. Tidak ada sangkut pautannya dengan hal-hal yang berbau politik dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

E.     Model – Model Kampanye
1.      Model komponensial kampanye

Merupakan kampanye menggunakan pendekatan transmisi (transmission approach) ketimbang interactions approach. Kampanye model ini merupakan kegiatan yang bersifat persuasif dan sumber secara aktif berupaya mempengaruhi penerima yang berada dalam posisi pasif. Proses bertukar peran selama kampanye berlangsung menjadi sangat terbatas, kampanye ini memiliki sumber peran yang dominan untuk menciptakan perubahan pada diri khalayak. Pada kampanye ini pesan-pesan disampaikan dari berbagai saluran komunikasi seperti media massa, media tradisional atau saluran personal.
2.       Model kampanye Ostegaard oleh Leon Ostegaard

Model kampanye ini paling sedikit sentuhan ilmiahnya, kampanye ini harus dilakukan dengan mengidentifikasi masalah faktoral yang dirasakan dan kemudian pengolahan kampanye ini diarahkan untuk membekali dan mempengaruhi aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan khalayak sasaran.
3.      Model perkembangan lima tahap fungsional oleh Larson, 1993


Fokus model ini adalah pada tahapan kegiatan kampanye, bukan pada proses pertukaran pesan. Tahap kegiatan sendiri meliputi identifikasi, legimatisasi, partisipasi, penetrasi dan distribusi.
4.      The communicative function model menurut Judith dan Robert Friedenberg


Dalam model kampanye ini langkah-langkah yang digunakan  dimulai dari surfacing, primary, nomination dan election. Tahap surfacing (pemunculan) lebih banyak berkaitan dengan membangun landasan tahap berikutnya seperti memetakan daerah-daerah yang akan dijadikan tempat kampanye, membangun kontak dengan tokoh-tokoh setempat atau orang-orang kita yang berada di daerah tersebut, mengorganisasikan pengumpulan dana dan sebagainya. Tahap ini dimulai begitu seseorang secara resmi mencalonkan diri untuk jabatan politik tertentu. Pada tahap ini pula khalayak akan melakukan evaluasi awal terhadap citra kandidat secara umum.
Tahap primary ini berupaya untuk memfokuskan perhatian khalayak pada kandidat, gagasan atau produk yang kita munculkan di arena persaingan.Pada tahap ini kita mulai melibatkan khalayak untuk mendukung kampanye yang dilaksanakan. Dalam konteks politik inilah tahap yang paling kritis dan paling mahal.Kritis karena kita secara ketat bersaing dengan kandidat lain dan dalam proses persaingan itu kita mungkin menghamburkan janji yang kemudian tidak dapat kita penuhi. Mahal karena pada tahap ini sesungguhnya kita bersaing untuk dapat menjadi nominator selanjutnya yang akan dipilih oleh khalayak.
Tahap nomination yaitu begitu kandidat kita mendapat pengakuan masyarakat, memperoleh liputan media secara luas atau gagasannya menjadi topik pembicaraan anggota masyarakat, maka nominasi pun dimulai.
Tahap pemilihan biasanya masa kampanye telah berakhir. Namun, secara terselubung seringkali para kandidat ‘membeli’ ruang tertentu dari media massa agar kehadiran mereka tetap dirasakan.Beberapa kandidat bahkan dengan sengaja membuat berita-berita tertentu, biasanya berdimensi kemanusiaan agar mendapat simpati khalayak. Di Indonesia, ada fenomena yang disebut “serangan fajar” yakni tindakan menyuap pemilih dengan sejumlah uang agar mereka memilih partai atau orang yang bersangkutan.
5.      Model kampanye Notwak dan Warneryd

Kampanye ini memiliki tujuh elemen kampanye :
1. Intendend effect (efek yang diharapkan). Efek yang hendak dicapai harus dirumuskan dengan jelas.
2. Competiting communication (persaingan komunikasi). Perlu diperhitungkan potensi gangguan dari kampanye yang bertolak belakang (counter campaign).
3.  Communication object (objek komunikasi) Biasanya dipusatkan pada satu hal saja, karena untuk objek yang berbeda menghendaki metode komunikasi yang berbeda.
4.  Target population & receiving group (populasi target dan kelompok penerima). Dapat diklasifikasikan menurut sulit atau mudahnya mereka dijangkau pesan kampanye.
5. The Channel (saluran) penggunaannya tergantung karakteristik kelompok penerima dan jenis pesan kampanye. Media dapat menjangkau seluruh kelompok , namun bila tujuannya adalah mempengaruhi perilaku maka akan lebih efektif bila dilakukan melalui saluran antarpribadi.
6. The message. Pesan dibentuk sesuai dengan karakteristik kelompok yang menerimanya. Pesan dibagi 3 fungsi: menumbuhkan kesadaran,
mempengaruhi serta memperteguh dan meyakinkan penerima pesan bahwa pilihan atau tindakan mereka adalah benar.
7. The communicator/sender dapat dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Harus memiliki kredibilitas di mata penerima pesannya.

6.      Model Difusi Inovasi

Model kampanye ini digunakan dalam sebuah kampanye periklanan dan kampanye yang berorientasi pada perubahan sosial. Menurut Everett M. Rogers ada 4 tahap komunikasi kampanye, yaitu :
·      Tahap I
Tahap Informasi : terpaan yang bertubi-tubi dan dikemas dalam bentuk pesan yang menarik akan menimbulkan rasa ingin tahu khalayak tentang produk dan gagasan tersebut.
·      Tahap II
Persuasion terjadi ketika khalayak tergerak mencari tahu dan produk tersebut menarik minat mereka.
·      Tahap III
Membuat keputusan untuk mencoba yang didahului oleh proses menimbang tentang berbagai aspek produk tersebut. Tahap ini orang akan mengambil tindakan dengan cara mencoba produk tersebut.
·      Tahap IV
Tahap konfirmasi atau reevaluasi : bila orang telah mencoba produk atau gagasan yang ditawarkan. Tahap ini menempati posisi yang strategis karena akan menentukan apakah seseorang akan menjadi pengguna yang loyal atau sebaliknya.

F.      Contoh
KAMPANYE KESELAMATAN MENGENAI BAHAYA MENEROBOS PALANG PINTU KERETA API

Kampanye ini bertujuan untuk :
1.    Meningkatkan keselamatan di perlintasan Kereta Api.
2. Meningkatkan ketertiban dan kesadaran masyarakat akan bahaya menerobos palang pintu Kereta Api.
3.    Mengurangi jumlah korban akibat kecelakaan di perlintasan Kereta Api.
Sedangkan sasaran kampanye ini adalah kepada para pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan Kereta Api.

Alat/properti yang digunakan dalam kampanye ini antara lain:
1.    Poster. Posret yag digunakan adalah poster tentang gambar-gambar dan tulisan tentang bahaya dan akibat dari kecelakaan menerobos palang pintu kereta api.

2.    Spanduk. Berisis tulisan yang berguna mempengaruhi massa untuk mengikuti atau memahami tulisan yang ada pada poster tersebut.

3.    Bingkisan. Bingkisan diberikan kepada massa sebagai salah satu pemengaruh untuk mau menerima apa yang diberikan pada kampanye dan dapat membuat massa dapat menerima kampanye dengan senang.

4. Stiker. Stiker digunakan untuk kampanye yang bertujuan menjadi pengingat kepada pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan , agar menaati peraturan yang ada.

Cara yang digunakan untuk melakukan kampanye ini adalah dengan :
1.    Pembagian bingkisan dan stiker tentang keselamatan lalu lintas.



2.   




Orasi tentang bahaya menerobos palang pintu Kereta Api dengan menggunakan Spanduk dan Poster.





Rabu, 06 Januari 2016

Desain Sticker

Ayo Peduli Angkutan Umum


I.          Desain Sticker
Ukuran 15x5,5


Gambar 1

II.       Latar Belakang
Transportasi adalah perpindahan barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain menggunakan suatu moda. Transportasiu sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan manusia pada saat ini sudah mengalami peningkatan yang begitu besar. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi untuk menjaga keberlangsungan hidup, semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi maka secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah bangkitan perjalanan. Semua perjalanan sangat dipengaruhi oleh sarana yang ada, prasarana, tempat asal dan tempat tujuan. Salah satu sarana tersebut adalah bus, bus merupakan alat transportasi darat yang digunakan oleh manusia untuk menuju tempat tujuan.

Pengguanaan angkutan umum pada khir-akhir ini cukup menurun drastis, hal ini dikarenakan kurangnya minat dari masyarakat untuk menggunakan angkutan umu serta makin meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi untuk berpindah tempat. Kendaraan pribadi yang paling banyak digunakan adalah sepeda motor dan mobil. Data dari Kepolisian Negara Repuplik Indonesia mencatat jumlah kendaraan yang masih beroperasi diseluruh Indonesia pada tahun 2013 mencapai 104.211 juta Unit, naik 11 % dari tahun 2012 yang hanya terdpat 94,229 juta Unit. Dari jumalah tersebut, populasi terbanyak masih disumbang oleh sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia, naik 11 % dari tahun sebelumnya yaitu 77,755 juta Unit. Hal tersbut diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya, dikarenakan banyak sekali perusahaan-perusahaan pembuat sepeda motor yang berlomba-lomba umtuk mengeluarkan produk-produknya dengan berbagai jenis yang diperbaharui dan berbagai keunggulan yang dipromosikan secara terus menerus serta dibuat menarik agar minat beli masyarakat Indonesia semakin tinggi. Kemudianmobil penumpang dengan 10,54 juta unit juga naik 11 % dari tahun sebelumnya 9,524 juta unit. Populasi mobil barang tercatat 5,156 juta unit, terdapat kenaikan 9 % dari semual 4,723 juta unit. Pertumbuhan jumlah angkutan umum hanya nai 1 % menjadi 1,962 juta unit dari sebelumnya 1, 945 unit, jumlah ini mencerminkan lemahnya transportasi publik Indonesia, hal ini juga menandakan bahwa pertumbuhan jumlah bus dibawah mobil pribadi, barang dan sepeda motor.

Penambahan kendaraan pribadi dan kendaraan lain yang setiap tahunnya meningkat sebesar 11% membuat jumlah kendaraan yang di jalan akan bertambah pula sedangkan peningkatan kapasitas dan panjang jala belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut akan mengakibatkan kemacetan di jalan, apabila hal ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin akan terjadi macet total diseluruh jalan di Indonesia terutama di kota jakarta yang menjadi pusat dari kegiatan negara.

Adanya stiker ini dibuat agar bertujuan untuk membangkitkan dan mendorong minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum guna mengurangi tingkat kemacetan di Indonesia, serta agar mereka dapat menggunakan angkutan umum dalam aktifitasnya sehari-hari, disamping itu juga bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan di Indonesia, tetapi selain itu para petinggi harus menediakan angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, ekonomis, serta efisien untuk masyarakat sehingga masyarakat tertarik dan mau untuk menggunakan angkutan umum.

III.    Penjelasan Isi dan Desain Sticker
Stiker ini mempunyai background atau warna dasar kuning, menurut berbagai blog keselamatan dan mangkoko.com warna kuning ini merupakan warna yang terang dan mudah terlihat oleh orang yang melihatnya, warna kuning juga menyatakan atau mengartikan kegembiraan, terang, cerah, bersinar, serta ketegasan. Sifat kegembiraan diharapkan dapat dengan baik meningkatkan minat dan mengajak masyarakat untuk menggunakan angkutan umum secara perlahan melalui sifat warna yang mengartikan kegembiraan. Sifat terang, cerah, bersina juga dapat mengajak masyarakat untuk berfikir jernih atau memandang masa depan agar menjadi lebih baik dan tau mana yang baik serta mana yang buruk dan mau berfikiran positif terhadap semua yang akan terjadi, membuat orang senang melihat stiker ini serta mau menggunakan angkutan umum, sedangkan sifat tegas dapat memberikan keputusan bagi masyarakat agasr mau menggunakan angkutan umum, dan konsisten serta berkomitmen selalu menggunakan angkutan umum terutama bus.

Tulisan AYO GUNAKAN ANGKUTAN UMUM DEMI KELANCARAN LALU LINTAS MENGURANGI KECELAKAAN KENDARAAN BERMOTOR yang berwarna merah, ini dimaksudkan mengajak masyarakat untuk menggunakan angkutan umum tertama bus demi kelancaran lalu lintas serta arti warna merah dalam tulisan tersebut menandakan bahwa memberikan kesan kehangatan, bahagia, keberanian, semangat, kekuatan, kegairahan, tanda peringatan, yang bertujuan meningkatkan keberanian dan kekuatan agar berani beralih moda transportasi menggunakan angkutan umum demi kelancaran lalu lintas di jalan.

Terdapat gambar bus yang berpenumpang penuh dan penumpang yang ceria menggunakan angkutan umum, pemilihan symbol atau gambar ini dikarenakan agar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum khususnya bus karena bus menjadi salah satu primadona angkutan umum  yang dapat membuat penumpang nyaman dan ceria saat menggunakan angkutan umum bus. Warna silver dan biru pada bus bertujuan agar bus dapat terlihat menarik bagi masyarakat dan mudah dilihat serta warna yang simpel dan khas. Warna silver menciptakan kesan yang glamour, mahal, mewah, dan kemilau sesuai dengan karakter silver perak, ini akan memberikan kesan warna tersebut menarik karna warnanya yang memang istimewa dan dapat mengikat orang yang melihatnya. Sedangkan warna biru memberikan kesan luas pada ruangan, kesejukan, dingin, damai, dan menenangkan pikiran, ini akan memberikan atau menandakan bahwa bus tersebut mempunyai ruangan yang luas, bus yang sejuk dalam ruangan dalam bus, memberikan kesan yang damai didalamnya, serta bus ini dapat menenangkan pikiran, sehingga memberikan hal yang positif bagi pengguna angkutan umum bus.

Sedangkan terdapat tulisan Damri yang berarti bus itu adalah bus perintis yang sejak dulu itu dimulai dari perintis bus yang pertama yaitu bus damri yang dibawahi oleh kementrian perhubungan darat, ini menyimbolkan semua bus itu dalam pengawasan kementrian perhubungan darat, sehingga jika terjadi sesuatu pada bus berarti yang bertanggung jawab adalah dari kementrian perhubungan darat.

Lambang Perhubungan ini menandakan bahwa semua transportasi dan semua angkutan itu berada dalam pengawasan perhubungan, dan semua harus menaati peraturan yang sudah ada dan yang sudah ditetapkan oleh kementrian perhubungan.

Lambang PKTJ ini bertujuan untuk mempromosikan kampus PKTJ ( Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ) yang berada dibawah kementrian perhubungan kepada masyarakat, agar masyarakat tahu kalau PKTJ merupakan kampus keselamatan transportasi jalan yang mempunyai tujuan merubah sistem transportasi yang ada di Indonesia dan menciptakan agen prubahan guna merubah sistem transportasi yag sekarang agar menjadi lebih aman, nyaman, dan yang terutama selamat karena nama kampusnya adalah Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.

IV.    Sasaran Sticker
Stiker ini dibuat untuk ditujuan kepada semua kalangan masyarakat, tetapi yang paling tepat ini ditujukan kepada para remaja ( anak SMP, SMA./SMK, Mahasiswa, ) dan untuk masyarakat umum seperti guru, ibu-ibu, dan lainnya serta untuk semua jenis kelamin.

V.       Metode Pemberian Sticker
Pemberian stiker ini dapat diberikan  di tempat-tempat umum seperti di pom bensin, sekolah-sekolah dengan mengadakan suatu kegiatan sosialisasi yang kemudian diberikan atau dikasih stiker keselamatan, dan di terminal.

VI.    Tempat Pemasangan Sticker

Tempat pemasangan stiker dapat ditempelkan pada kendaraan maupun pada tempat tertentu. Jika di kendaraan dapat ditempelkan pada sepeda motor dan mobil serta kendaraan angkutan umum seperti angkudes/angkot, taksi, dan bus-bus yang ada di terminal. Bisa juga ditempelkan di tempat-tempat seperti sekolah SMP, SMA/SMK, Mahasiswa (mading), di terminal (bisa di pintu masuk terminal/pintu keluar terminal, dan di pom bensin (ditempat pengisian BBM ).

Sabtu, 02 Januari 2016

YELLOW BOX

YELLOW BOX JUNCTION

PURWOKERTO


Gambar 1

Purwokerto merupakan kota dari Kabupaten Banyumas, sehingga purwokerto merupakan pusat kegiatan bagi semua orang, dan mengakibatkan purwokerto menjadi kota yang padat lalu lintas sehingga mengakibatkan kemacetan pada titik ruas tertentu. Mengingat kemacetan yang terus bertambah, dinas perhubungan Kabupaten Banyumas sekarang ini sudah memberi marka Yellow Box Junction (YBJ) di setiap persimpangan perempatan dan pertigaan di tempat yang sering terjadi kemacetan, Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui arti dan fungsi dari marka Yellow Box Junction (YBJ) tersebut, setelah saya mengamati di beberapa persimpangan di purwokerto seperti di perempatan Tanjung, Kalibagor, Karang kobar, dan persimpangan lainnya serta mengamati lewat ATCS Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Banyak yang mengartikan bahwa Yellow Box Junction (YBJ) adalah tempat untuk penyebrangan sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya manfaat dari marka YBJ, ini semua karna kurangnya sosialisasi dari pihak Dinas Perhubungan serta Polri setempat. Maka dari itu saya menulis artikel ini sebagai sebagian sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tau arti dan fungsi dari marka Yellow Box Junction (YBJ). Berikut pengertian dan fungsi dari Yellow Box Junction (YBJ), yaitu :

Yellow Box Junction (YBJ) merupakan marka jalan berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang berwarna kuning yang tergambar di aspal yang biasanya terdapat pada setiap persimpangan jalan. Yellow Box Junction bertujuan untuk mencegah kemacetan atau kepadatan lalu lintas di salah satu jalur dan berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain yang tidak padat. Selain itu, YBJ juga sebagai tanda areal tanpa kendaraan. Misalnya, terjadi kepadatan lalu lintas di dalamnya, pengguna kendaraan bermotor lainnya yang masih di luar rambu tersebut harus berhenti, menunggu kemacetan terurai.

Yellow Box Junction (YBJ) sangat berguna di persimpangan-persimpangan jalan yang padat, pada jalan-jalan utama serta saat waktu puncak kepadatan lalu lintas, karna banyak pengguna kendaraan bermotor yang tetap menerobos lampu (traffic light) merah saat antrian kendaraan di depannya belum terurai.

Yellow Box Junction (YBJ) akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan. Sebab kesadaran warga juga kunci utama kelancaran lalu lintas. Jadi jika pengendara melihat jalur didepannya tersendat, sabaiknya tidak memaksa masuk ke YBJ walaupun lampu masih hijau, sehingga  ketika jalur lain hijau tidak akan terjadi tersendatnya arus lalu lintas.

Peraturannya, walaupun lampu lalu lintas sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti jika masih ada kendaraan lain di dalam area kotak kuning itu. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Dengan YBJ, diharapkan kemacetan di persimpangan tidak terkunci. Bagi pengendara tang tetap memaksa mamasukan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain da dalamnya maka akan di tilang, ini sama saja melanggar marka jalan.
Semua itu sudah diatur dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas Angkutan Jalan, yaitu pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis stop. Pelanggarnya dapat dijerat pidana kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).
Saat ini di kota Purwokerto Kabupaten Banyumas baru beberapa persimpangan yang terdapat CCTV, karna ATCS baru di bangun kemarin pada bulan November 2015, ke depannya Yellow Box Junction atau yang sering disebut marka kotak kuning itu akan dibantu dengan alat Closed Circuit Television (CCTV) seluruhnya. Dengan dipasang CCTV, maka pelanggaran yang terjadi bisa cepat terekam.


Senin, 29 Juni 2015

Safety Riding, 4 Sehat 5 Selamat

By Reza Dwi Haryanto


SAFETY RIDING
4 SEHAT 5 SELAMAT



SEHAT JASMANI + ROHANI

Ini adalah syarat berkendara yang paling penting. Seorang driver harus sehat jasmani dan rohani terlebih dahulu.

Driver harus sehat secara Jasmani dan Rohani, Why ? Kalau tidak sehat alias sakit mental atau sakit jiwa dan badan kena demam. Driver tidak akan bisa mengendarai kendaraan dengan baik. Sakit jiwa misalnya, driver tidak akan bisa membedakan mana gas dan mana rem. Mana warna lampu merah dan mana warna lampu hijau. Ini baru sakit rohani/ jiwa.

Sebelum Berkendara, lakukan persiapan terhadap tubuh itu sendiri, pastikan kondisi tubuh sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani berarti tubuh kita dalam kondisi fit 100%. Sakit jasmani, misalnya badan meriang  lho atau anda panas demam alhasil tidak bisa mengemudikan kendaraan. Paling-paling si driver itu yang malah akan naik kendaraan ambulance.

Nah! So! Jadi sehat yang pertama adalah Sehat Jasmani dan Rohani.

SEHAT KENDARAAN

Setelah tubuh pastikan juga kendaraan juga dalam kondisi sehat, cek semua bagian dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, spion lengkap, tekanan ban, kerengganan rantai, busi, bahkan oli mesin, tapi juga jangan lupa bahan bakarnya lho..

Pastikan juga bahwa semua kelengkapan baik fisik maupun administrasinya atau surat-surat kendaraannya lengkap dan so pasti legalitasnya terjamin. Artinya lengkapi surat-surat kendaraan bermotor. Bukan surat nikah atau surat gadai. Ingat itu! Misalnya STNK, SIM atau bahkan BPKBnya juga. Jadi, sehat yang kedua adalah Sehat Kendaraannya.

SEHAT NAVIGASI & SISTEM KESELAMATAN KENDARAAN

Sehat System Navigasi : Tiap kendaraan bermotor so pasti punya lampu sign. Minimal ada 4 buah. Didepan ada dua dan di belakang ada dua. Pastikan lampu sign anda bekerja dengan baik dan sempurna. System navigasi  lainnya adalah panel kontrol, meliputi speedometer, indikator BBM, posisi transmisi gigi dan penunjuk signal lampu sign dan lampu utama. Sering-seringlah memantau panel kontrol khususnya sebelum berbelok/ berganti arah atau sesudah berbelok. Ini sangat penting karena banyak pengendara yang menggunakan jalan raya.

System Keselamatan Kendaraan : Yang termasuk dalam system keselamatan kendaraan dalam konteks ini adalah rem/break. Roda kendaraan, rantai dan gear/ gigi rantai. Pastikan rem kendaraan anda benar-benar pakem, demikian juga dengan roda kendaraan. Roda kendaraan yang sudah gundul atau sudah tidak memiliki bunga/kembangnya segeralah diganti. Demikian pula dengan rantai dan gear/gigi rantai. Rantai yang kendur atau terlalu tegang sangat mengganggu kita dalam berkendaraan, belum lagi terancam putus saat melaju dengan kencang. Itu sangat berbahaya bukan?

SEHATKAN BUDAYA KENDARAAN

Budayakan Budaya Sehat dalam Berkendaraan. Baiklah, ini pun agak sedikit bertele-tele dan terlalu mendikte. Tapi apa boleh buat, semua demi keselamatan anda, driver yang care terhadap safety ridding. Sepertinya sudah terlalu sering dan banyak brosur atau buku panduan yang berisikan tips selamat berkendaraan. Tapi apa yang saya kemukakan disini adalah apa yang selalu saya lakukan saat berkendara ketika akan menempuh perjalanan jauh.

Kelengkapan Pakaian : Gunakan busana yang sesuai dengan tujuan perjalanan anda. Minimal memakai jaket tebal yang sesuai dengan anatomi tubuh, enak dan nyaman dipakai dan tidak mengganggu saat bergerak. Memakai ccelana panjang yang agak tebal, misalnya jean dan memakai sepatu kulit dengan sol yang sedikit tebal. Bila perlu memakai kaos tangan kuliat agar tangan tidak hitam. Sebenarnya sih itu bukan untuk gaya-gayan doang, tapi itu juga untuk keselamatan dan kenyamanan saat berkendara. Jangan lupa untuk memeriksa apakah jas hujan dan tool box sudahberada ditempatnya atau belum. Yang tidak kalah penting jangan lupa menggunakan helm standart atau full face. Cari yang sesuai dan pas dengan ukuran kepala serta gunakan dengan benar. Tidak terlalu longgar juga tidak terlalu sempit hingga membuat ngos-ngosan dan susah bernafas. Dan bila anda mengendarai kendaraan dimalam hari usahakan pakaian atau jaket yang digunakan bewarna cerah dan kalau bisa pada bagian belakang jaket ada garis kuning atau biru yang berfungsi sebagai reflektor spot light.

Cek n’ Ricek Kondisi kendaraan : Ini penting, sebelum memasukkan kunci kontak dan men-staternya sebaiknya selalu memeriksa sistem kerja rem, lampu sign, klakson dan posisi persneling / gigi. Setelah dirasa aman barulah men-stater kendaraan sambil menikmati suara gemuruhnya ....bruummm...bruuumm...bruummm.

BIASAKAN BERDOA SUPAYA SELAMAT

Selamat : Selalulah membiasakan berdo’a sejenak sebelum berkendara. Agar pada saat dijalan nanti dapat di bimbing dan dijaga oleh sang Maha Penjaga Tuhan Yang Maha Esa. Terhindar dari hal-hal sepele yang mungkin saja bisa terjadi karena kelalain diri sendiri ataupun kelalaian orang lain. Selalu konsentrasi bila berada dijalan raya khususnya bila dalam kecepatan tinggi serta selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan agar driver terhindar dari kecelakaan lalu-lintas. Kemudikan kendaraan dengan tetap mengikuti peraturan, bukan malah mengikuti perasaan.